Selasa, 20 Januari 2009

aku mencintaimu sedikit saja...

aku tidak bisa mencintaimu sebanyak air hujan yang turun
ataupun sebanyak udara yang pernah kau hisap
aku tidak bisa mencintaimu selamanya ataupun sepenuh hatiku
dan aku tidak bisa mencintaimu seperti yang kau ingin kan...

jiwa ini temaram dalam terik mentari
jiwa ini sepi bersanding sunyi
merana dalam asa bergelayut asmara
tergeser ke tepian laut hina

aku tidak akan mencintaimu sebanyak kau mau
atau selama yang kau mau
atau seperti yang kau mau
karena aku mencintaimu sedikit saja

Kamis, 15 Januari 2009

PENANTIAN TANPA AKHIR

mungkin bagimu aku hanyalah sebuah sampan
yang hilang arah dalam lautan teduh rindu akan pencarian cinta ku sendiri
karenamu, yang selalu berlayar dan tak ingin menepi
walaupun sesekali aku lihat daratan sunyi
yang melambaikan tangan menyapa sepi ku
bermain dan menari dalam mimpi kelam dibawah bulan yang menyusup di balik
mendung kelabu
ketika saat hendak berhenti
atau sebab lelah dan ingin berlabuh
aku pun urung begitu saja
karena merasa :
betapa hidupku nanti
pasti akan sangat sepi sekali
dalam penantian
dalam angan-angan
maka biarlah aku akan tetap mengarungi lautan teduhku sendiri
maka biarlah aku akan tetap bermain dan menari dengan pencarian cinta ku
sendiri
hidup dan matinya cinta ku
adalah sebuah fenomena
pencarian dan penantian ku
adalah sebuah fatamorgana
maka aku akan tetap begini
tak lebih dari sebuah sampan (bagimu ?)
atau bagi ku :
serupa bangkai tenggiri yang mengapung di samudra cinta ku.

Senin, 05 Januari 2009

Senyum kejora

Dingin malam ini menusuk kalbu
Harapku kau disini temani sendiriku
Embun malam membasuh dunia
Meracau mengigau kusendiri
Bintang gemerlap berikan cahaya
Bulan cemerlang terangi malamku
Malam seindah semesta nurani
Terbasuh tertiup suasana tenang
Tak tahu
Aku tak tahu apa yang terlupa
Rembulan merapat ke dinding barat
Kejora tersenyum manis
Menyambut fajar sang hari
Kini terlintas Tanya dalam nurani
Bagaimana kabarnya?
Dengan senyum manja yang kunanti
Serta pesonanya yang menggirahkan

Selasa, 30 Desember 2008

Kartika semesta

Semilir bayu mengalir di senja
Tapakkan kakimu menderu mendesah
Adakah wahai bidadariku
Rasa cinta untukku?
Dimalam sang chandra berjalan
Kutunggu dirimu oh dewiku
Menanti saat jumpa denganmu
Di keheningan kesunyian diri
Kirana mu memancar menyebar
Di kegelapan lembah malam
Ku duduk di tepi tebing ini
Menanti fajar menyeruak
Ku ingin bersamamu
Di kelam lembah hati
Berdua berjuan bersama
Menggapai kartika semesta
Tenteram dalam kedamaian hati
Ah…
Mengapa ini terjadi
Setelah sekian lama kunanti
Datangnya sang dewi dari surgawi
Datanglah padaku
Datanglah padaku
Kunanti hingga perbatasan
Datang menjemputku

Kamis, 25 Desember 2008

Semua

Aku tak pernah mengetahuinya
Haruskah kulewati jalan ini?
Bersama kenangan indahku
Yang telah berubah kelabu bahkan kelam
Bahkan aku tak mempercayaiku
Aku tak pernah mengerti tentang perasaanku
Aku memerlukan seseorang
Yang mampu menopangku
Tolonglah…
Pegang erat tanganku…
Ketika semua mimpiku menjadi buyar
Dan semua menjadi ilusi
Pegang erat tanganku…
Bantu aku tuk berdiri

Sabtu, 20 Desember 2008

Untuk selamanya…

Malam sepi tak berbintang
Kududuk di teras rumahku
Memandang menerawang
Gelapnya malam kelam

Manisnya wajahmu…
Membuatku terjaga malam ini
Rinduku menyerang mambuka hati
Tanpa sadar khayalku melintas
Kau disini bersamaku
Ingin kukatakan semuanya
Aku mencintaimu
Dan aku akan tetap menantimu
Dengan keras kepala
Sampai kau jatuh dalam pelukku
Untuk selamanya
Bersama cinta suci
Untuk selamanya

Senin, 15 Desember 2008

Laki-laki Biasa

aku cuman laki-laki biasa
yang berasal dari keluarga biasa
dengan jenjang pendidikan biasa
penampilan sehari-hari seperti layaknya orang biasa
punya pekerjaan biasa saja
dengan gaji yang biasa juga

tapi aku mencintai seorang wanita

wanita yang sangat luar biasa
cantik dan berasal dari keluarga terhormat
pendidikannya pun jauh di atasku
penampilan keren dan berkendaraan roda empat
pekerjaannya hebat dan penghasilannya banyak

tapi maukah dia menerimaku yang hanya orang biasa?